Timika, HaluanPapua – Anggota DPR Papua Tengah, Nancy Raweyai, dipercayakan untuk membantu menyalurkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) yang merupakan aspirasi dari Wakil Ketua DPD RI, Yorrys Raweyai.
Program bantuan pendidikan tahun anggaran 2025 tersebut menyasar sebanyak 1.400 siswa yang tersebar di Kabupaten Mimika dan Kabupaten Nabire, Papua Tengah.
Melalui keterangan tertulisnya pada Minggu (15/03), Nancy Raweyai menjelaskan, keterlibatannya dalam proses penyaluran bantuan itu merupakan bentuk pengawalan agar program dari pemerintah pusat benar-benar sampai kepada siswa yang berhak menerima di wilayah Papua Tengah.
Menurutnya, peran aktif dalam mengurus administrasi di tingkat daerah menjadi sangat penting. Jika tidak ditangani dengan baik, dana bantuan tersebut berpotensi ditarik kembali oleh pemerintah pusat.
“Tahun ini ada PIP dari Pak Yorrys Raweyai yang kita bantu salurkan di Papua Tengah untuk Timika dan Nabire dengan total 1.400 anak. Kami membantu mengoordinasikan ini agar bantuan pusat bisa tersalurkan dengan baik, karena kalau tidak diurus, dana itu akan ditarik balik ke pusat,” ujar Nancy Raweyai.
Ia merincikan besaran bantuan yang diterima siswa berbeda sesuai jenjang pendidikan. Untuk siswa SD sebesar Rp450 ribu, siswa SMP Rp750 ribu, sementara siswa SMA/SMK menerima Rp1,8 juta. Bantuan tersebut bersifat uang saku pendidikan yang diberikan satu kali dalam setahun.
Nancy juga mengedukasi masyarakat bahwa penerima bantuan akan dilakukan secara bergilir setiap tahun. Mekanisme ini diterapkan agar kesempatan mendapatkan bantuan dapat dirasakan oleh lebih banyak siswa yang membutuhkan.
Terkait mekanisme penyaluran, Nancy memastikan data penerima diambil dari sekolah-sekolah yang telah terdaftar resmi di Kementerian Pendidikan. Proses verifikasi dilakukan secara ketat dengan mempertimbangkan kelayakan siswa melalui data Kartu Keluarga serta profil orang tua.
Ia juga meminta pihak sekolah memastikan keberadaan operator yang memahami teknis pencairan bantuan, mengingat mayoritas dana akan langsung disalurkan melalui rekening masing-masing siswa atau orang tua.
“Data penerima sudah ada dan prosesnya sudah jalan. Untuk di Timika, rencananya akan kami lakukan penyerahan secara simbolis saat masa reses nanti. Sementara untuk di Nabire, saya juga memberikan perhatian besar, termasuk memberikan bantuan kepada seluruh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang ada di sana,” tambahnya.
Nancy menyebutkan, bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian dari Yorrys Raweyai terhadap sektor pendidikan di Papua Tengah, sekaligus sejalan dengan program pemerintah provinsi dalam meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat.
Dengan adanya penyaluran Program Indonesia Pintar ini, diharapkan beban ekonomi orang tua siswa di Papua Tengah dapat terbantu serta mampu menekan angka putus sekolah melalui dukungan dana pendidikan yang lebih tepat sasaran. (*)












