Timika, HaluanPapua — Sejumlah warga yang mengatasnamakan Labeti Cinta Mimika menggelar aksi penggalangan donasi hiasan Natal sebagai bentuk bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Mimika. Aksi tersebut dibaca publik sebagai sindiran terbuka atas minimnya nuansa Natal di ruang-ruang publik Kota Timika menjelang perayaan hari besar umat Kristiani.
Aksi itu ditandai dengan pemasangan spanduk di Bundaran Timika Indah, Sabtu (20/12), atau hanya lima hari sebelum Natal. Dalam spanduk tersebut tertulis ajakan, “Donasi Hiasan Natal Mimika, Mari Kitong Bantu Kabupaten Hias Kota Mimika, “Sa Bantu Hias Ko – Ko Bantu Hias Sa”.
Ajakan tersebut tidak semata berbicara soal solidaritas. Pesannya mencerminkan kekecewaan warga terhadap pemerintah daerah yang dinilai belum menghadirkan atmosfer Natal di ruang publik. Hingga mendekati hari raya, wajah kota masih tampak minim ornamen dan lampu hias, kontras dengan daerah lain di Indonesia yang sejak awal Desember telah memancarkan suasana Natal.
Kondisi ini menjadi ironi, mengingat sebelumnya Penjabat Sekretaris Daerah Mimika, Abraham Kateyau, telah mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh kantor pemerintahan, terutama yang berada di sepanjang jalan utama untuk memasang ornamen dan lampu hias Natal.
Imbauan tersebut secara khusus ditujukan kepada OPD Bagian Umum agar segera menata hiasan Natal di sejumlah titik strategis kota. Bahkan, persoalan anggaran ditegaskan tidak boleh menjadi alasan.
“Kalau memang Bagian Umum ada kendala dana, kita di bagian Sekda akan siapkan anggarannya. Harap dilaksanakan itu,” ujar Abraham saat memimpin apel beberapa waktu lalu.
Namun hingga kini, realisasi instruksi tersebut belum terlihat signifikan di lapangan. Minimnya hiasan Natal di ruang publik memunculkan pertanyaan publik soal efektivitas koordinasi dan keseriusan pemerintah daerah dalam menindaklanjuti kebijakan yang telah disampaikan.
Aksi Labeti Cinta Mimika pun menjadi penanda kegelisahan warga. Donasi hiasan Natal ini bukan semata soal dekorasi, melainkan kritik simbolik atas kehadiran negara dalam merawat ruang publik, menghormati keberagaman, dan memastikan perayaan keagamaan mendapat tempat yang layak di Mimika.
Hingga berita ini diturunkan, OPD terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai belum terealisasinya pemasangan hiasan Natal di sejumlah titik kota. (*)






