DPRK Mimika Turun ke Jila: Warga Butuh Perlindungan, Pemerintah Diminta Hadir

- Jurnalis

Kamis, 13 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Timika, HaluanPapua – Situasi keamanan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, kembali menjadi perhatian serius. Pada Kamis (13/11), rombongan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi masyarakat yang kini hidup dalam ketakutan dan trauma akibat operasi keamanan di wilayah pegunungan tersebut.

Hadir dalam kunjungan ini Ketua Komisi II DPRK Mimika, Dolfin Beanal, bersama Ketua Kelompok Khusus (Poksus) DPRK Mimika Abrian Katagame, dan Ketua Komisi IV DPRK Mimika Elinus Balinol Mom. Mereka mendengarkan langsung keluhan dan aspirasi warga pengungsi yang berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah dan pihak keamanan.

Ketua Komisi II DPRK Mimika Dolvin Beanal menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat.

“Hasil dari aspirasi masyarakat yang kita terima telah kita tindak lanjuti dengan turun langsung ke lapangan. Kondisi di sana sangat memprihatinkan, banyak anak-anak yang trauma. Masyarakat menyampaikan kekecewaan karena merasa pemerintah daerah lebih sering turun ke wilayah pesisir dibanding ke daerah pegunungan seperti Jila,” ungkap Dolfin.

Dolvin mengatakan, meskipun warga bersyukur atas kehadiran DPRK Mimika yang datang mendengarkan langsung keluhan mereka, namun masyarakat tetap berharap agar Bupati dan Wakil Bupati Mimika turut hadir melihat kondisi pengungsi secara langsung.

“Kehadiran pemerintah di tengah mereka sangat penting. Kami tidak ingin peristiwa di Jila meluas hingga ke distrik tetangga. Masyarakat harus bisa kembali ke kampung dengan rasa aman,” tegas Dolfin.

Sementara itu, Ketua Pokja Khusus DPRK Mimika Abrian Katagame menyoroti situasi keamanan yang menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.

“Kami menerima banyak aspirasi dari warga Jila, salah satunya adalah permintaan agar pasukan non organik yang bertugas di wilayah tersebut dapat ditarik. Setelah kejadian beberapa waktu lalu, masyarakat mengalami trauma mendalam dan tidak bebas beraktivitas di luar rumah,” ujarnya.

Menurut Abrian, masyarakat hanya ingin hidup aman tanpa tekanan dari pihak mana pun.

“Kami akan berkoordinasi dengan pihak eksekutif agar persoalan ini tidak dianggap sepele. Dampaknya luar biasa terhadap psikologis dan kehidupan sosial masyarakat,” tegasnya.

Ketua Komisi IV DPRK Mimika Elinus Balinol Mom menilai bahwa operasi keamanan di Jila memang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat sipil di 10 kampung.

“Sebagai warga negara, masyarakat berhak mendapatkan perlindungan dan jaminan keselamatan. Operasi militer tentu menimbulkan trauma dan membuat sebagian warga mengungsi ke pusat distrik. Mereka kini membutuhkan bantuan bahan makanan, kesehatan, dan pendidikan,” jelas Elinus.

Ia menegaskan, DPRK Mimika meminta agar pihak TNI–Polri melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasi keamanan di Jila.

“Kami mendukung penegakan keamanan, tapi harus dengan pendekatan humanis. Jangan sampai operasi justru menimbulkan ketakutan baru,” katanya.

Elinus juga menyerukan agar Kapolda, Pangdam, dan Pangkoops wilayah Papua melakukan audit terhadap prosedur operasi untuk memastikan kepatuhan terhadap hukum humaniter internasional dan prinsip HAM.

“Kami juga meminta kepada Menteri Pertahanan agar pendekatan keamanan di Papua diubah menjadi strategi teritorial yang humanis, melalui kesejahteraan masyarakat. Itu akan lebih efektif memenangkan hati rakyat,” tambahnya.

Ketiga pimpinan DPRK Mimika kompak mendesak Bupati Mimika agar segera meninjau langsung lokasi pengungsian di Distrik Jila

Untuk itu DRPK Mimika akan membentuk Pansus kemanusiaan untuk melihat dan berbicara terkait kejadian yang terjadi di Daerah. (*)

Berita Terkait

Perkuat Akses Pendidikan Papua Tengah, Soedeson Tandra Kucurkan PIP untuk Ratusan Siswa Mimika
Pidana Mati Bersyarat di KUHP Baru Dinilai Ancam Kepastian Hukum, Advokat Soroti Norma Multitafsir
Aksi Pemalangan Sekolah Hentikan Aktivitas Belajar, Kepala Kampung Nawaripi Sebut Premanisme
Pemerintah Kampung Nawaripi Gelar Musdus, RT 19 Ajukan Usulan Prioritas
Akses Terbatas di Pedalaman Mimika, Freeport Terbangkan 90 Ton Kebutuhan Natal Warga di Dataran Tinggi
GKI Ebenhaezer Timika Gelar Ibadah Malam Kudus Natal, Refleksi Penggenapan Janji Allah
GMKI Biak Nilai Pilkades Serentak di Biak Numfor Kurang Efektif, Soroti Lemahnya Pengawasan
Ketika Jalan Berlubang Dibiarkan, Warga Otomona Terpaksa Bertindak

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 15:49 WIT

Perkuat Akses Pendidikan Papua Tengah, Soedeson Tandra Kucurkan PIP untuk Ratusan Siswa Mimika

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:01 WIT

Pidana Mati Bersyarat di KUHP Baru Dinilai Ancam Kepastian Hukum, Advokat Soroti Norma Multitafsir

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:01 WIT

Aksi Pemalangan Sekolah Hentikan Aktivitas Belajar, Kepala Kampung Nawaripi Sebut Premanisme

Senin, 12 Januari 2026 - 18:04 WIT

Pemerintah Kampung Nawaripi Gelar Musdus, RT 19 Ajukan Usulan Prioritas

Selasa, 30 Desember 2025 - 12:28 WIT

Akses Terbatas di Pedalaman Mimika, Freeport Terbangkan 90 Ton Kebutuhan Natal Warga di Dataran Tinggi

Berita Terbaru