Oleh : Riski Fattahila Ramadhan
Eksistensi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Indonesia Timur memasuki fase penting yang menuntut kejelasan arah dan pembaruan sistem perkaderan. Di tengah ketimpangan pembangunan, keterbatasan akses pendidikan, serta derasnya arus disrupsi digital, HMI di kawasan timur termasuk Papua dihadapkan pada tantangan untuk tetap relevan sebagai organisasi kader dan produsen kepemimpinan muda.
Persoalan utama HMI di Indonesia Timur bukan semata soal kuantitas kader, melainkan kualitas spirit keislaman, keindonesiaan, dan intelektualitas yang menjadi fondasi gerakan. Realitas sosial kawasan timur yang kompleks menuntut kader HMI tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, kapasitas berpikir kritis, serta orientasi pengabdian yang nyata.
Sejumlah cabang HMI di Indonesia Timur menunjukkan dinamika yang positif. Namun demikian, lemahnya konsolidasi gerakan dan belum meratanya keseragaman visi perkaderan masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Jika tidak disikapi secara serius, kondisi ini berpotensi membuat HMI kehilangan peran strategisnya di tengah perubahan zaman.
Spirit kepemudaan yang identik dengan keberanian, kreativitas, dan idealisme seharusnya menjadi modal utama HMI untuk tampil sebagai motor perubahan. Tantangannya adalah bagaimana spirit tersebut tidak berhenti pada euforia kegiatan, tetapi diterjemahkan ke dalam langkah-langkah strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya di wilayah Indonesia Timur.
Ke depan, arah perkaderan HMI perlu bergeser dari pola yang terlalu seremonial menuju model yang berbasis pemecahan masalah dan pengabdian sosial. Penguatan kapasitas berpikir kritis, literasi digital, komunikasi publik, serta kepemimpinan sosial menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan dari proses kaderisasi.
Pada akhirnya, eksistensi HMI di Indonesia Timur akan semakin bermakna ketika organisasi ini mampu melahirkan kader yang tidak hanya bangga mengenakan jas hijau-hitam, tetapi juga hadir sebagai solusi bagi problem masyarakatnya. Dari rahim perkaderan yang matang inilah diharapkan lahir pemimpin muda yang berintegritas, inklusif, dan siap mengawal masa depan Indonesia Timur dalam semangat keumatan dan kebangsaan. (*)
Penulis adalah Kader HMI Cabang Jayapura
(Opini adalah pendapat atau gagasan penulis yang dikirim ke Redaksi Haluan Papua. Keseluruhan konten menjadi tanggungjawab penulis)






