Menata Ulang Arah Perkaderan HMI di Indonesia Timur

- Jurnalis

Sabtu, 13 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Riski Fattahila Ramadhan

Eksistensi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Indonesia Timur memasuki fase penting yang menuntut kejelasan arah dan pembaruan sistem perkaderan. Di tengah ketimpangan pembangunan, keterbatasan akses pendidikan, serta derasnya arus disrupsi digital, HMI di kawasan timur termasuk Papua dihadapkan pada tantangan untuk tetap relevan sebagai organisasi kader dan produsen kepemimpinan muda.

Persoalan utama HMI di Indonesia Timur bukan semata soal kuantitas kader, melainkan kualitas spirit keislaman, keindonesiaan, dan intelektualitas yang menjadi fondasi gerakan. Realitas sosial kawasan timur yang kompleks menuntut kader HMI tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, kapasitas berpikir kritis, serta orientasi pengabdian yang nyata.

Sejumlah cabang HMI di Indonesia Timur menunjukkan dinamika yang positif. Namun demikian, lemahnya konsolidasi gerakan dan belum meratanya keseragaman visi perkaderan masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Jika tidak disikapi secara serius, kondisi ini berpotensi membuat HMI kehilangan peran strategisnya di tengah perubahan zaman.

Spirit kepemudaan yang identik dengan keberanian, kreativitas, dan idealisme seharusnya menjadi modal utama HMI untuk tampil sebagai motor perubahan. Tantangannya adalah bagaimana spirit tersebut tidak berhenti pada euforia kegiatan, tetapi diterjemahkan ke dalam langkah-langkah strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya di wilayah Indonesia Timur.

Ke depan, arah perkaderan HMI perlu bergeser dari pola yang terlalu seremonial menuju model yang berbasis pemecahan masalah dan pengabdian sosial. Penguatan kapasitas berpikir kritis, literasi digital, komunikasi publik, serta kepemimpinan sosial menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan dari proses kaderisasi.

Pada akhirnya, eksistensi HMI di Indonesia Timur akan semakin bermakna ketika organisasi ini mampu melahirkan kader yang tidak hanya bangga mengenakan jas hijau-hitam, tetapi juga hadir sebagai solusi bagi problem masyarakatnya. Dari rahim perkaderan yang matang inilah diharapkan lahir pemimpin muda yang berintegritas, inklusif, dan siap mengawal masa depan Indonesia Timur dalam semangat keumatan dan kebangsaan. (*)

Penulis adalah Kader HMI Cabang Jayapura

(Opini adalah pendapat atau gagasan penulis yang dikirim ke Redaksi Haluan Papua. Keseluruhan konten menjadi tanggungjawab penulis)

Berita Terkait

Perkuat Akses Pendidikan Papua Tengah, Soedeson Tandra Kucurkan PIP untuk Ratusan Siswa Mimika
Pidana Mati Bersyarat di KUHP Baru Dinilai Ancam Kepastian Hukum, Advokat Soroti Norma Multitafsir
Aksi Pemalangan Sekolah Hentikan Aktivitas Belajar, Kepala Kampung Nawaripi Sebut Premanisme
Pemerintah Kampung Nawaripi Gelar Musdus, RT 19 Ajukan Usulan Prioritas
Akses Terbatas di Pedalaman Mimika, Freeport Terbangkan 90 Ton Kebutuhan Natal Warga di Dataran Tinggi
GKI Ebenhaezer Timika Gelar Ibadah Malam Kudus Natal, Refleksi Penggenapan Janji Allah
GMKI Biak Nilai Pilkades Serentak di Biak Numfor Kurang Efektif, Soroti Lemahnya Pengawasan
Ketika Jalan Berlubang Dibiarkan, Warga Otomona Terpaksa Bertindak

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 15:49 WIT

Perkuat Akses Pendidikan Papua Tengah, Soedeson Tandra Kucurkan PIP untuk Ratusan Siswa Mimika

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:01 WIT

Pidana Mati Bersyarat di KUHP Baru Dinilai Ancam Kepastian Hukum, Advokat Soroti Norma Multitafsir

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:01 WIT

Aksi Pemalangan Sekolah Hentikan Aktivitas Belajar, Kepala Kampung Nawaripi Sebut Premanisme

Senin, 12 Januari 2026 - 18:04 WIT

Pemerintah Kampung Nawaripi Gelar Musdus, RT 19 Ajukan Usulan Prioritas

Selasa, 30 Desember 2025 - 12:28 WIT

Akses Terbatas di Pedalaman Mimika, Freeport Terbangkan 90 Ton Kebutuhan Natal Warga di Dataran Tinggi

Berita Terbaru