Timika, HaluanPapua – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Tengah (DPRPT), Nancy Raweyai, melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Mimika, Senin (09/12/2025).
Kepala SLB Negeri Mimika, Sunaroin, menjelaskan bahwa sekolah yang dipimpinnya merupakan satu-satunya lembaga pendidikan khusus di Papua Tengah, khususnya di Kabupaten Mimika.
Ia berharap Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten dapat memberi perhatian lebih terhadap kebutuhan sekolah, mulai dari biaya operasional, infrastruktur, hingga transportasi bagi siswa.
“Masih banyak murid yang tinggal jauh sehingga terkendala akses transportasi. Selain itu, minat guru untuk mengabdi dan bertahan rendah karena persoalan biaya operasional administrasi,” ungkapnya.
Sunaroin merinci, terdapat 155 siswa yang terdaftar di SLB Negeri Mimika, namun hanya 120 siswa yang aktif mengikuti kegiatan belajar. Sisanya tidak dapat hadir karena keterbatasan transportasi. Adapun tenaga pendidik berjumlah 22 guru.
“Biaya tenaga pendidik kami per bulan hanya Rp1.250.000 yang bersumber dari dana BOS,” ujarnya.
Pihak sekolah juga menyampaikan harapan adanya fasilitas operasional bus untuk menjangkau seluruh siswa.
Menanggapi aspirasi tersebut, Nancy Raweyai menegaskan bahwa berbagai kebutuhan yang disampaikan pihak sekolah akan dibawa dalam rapat bersama seluruh pemangku kepentingan, agar layanan pendidikan di SLB dapat berjalan optimal.
“Terkait transportasi, sebenarnya ada bantuan dua bus dari provinsi, hanya saja biaya operasionalnya belum terealisasi. Ini yang menjadi perhatian khusus agar kami dapat mengupayakan pemenuhan biaya operasional dan administrasi, sehingga tidak menghambat layanan pendidikan dan kehadiran anak-anak di sekolah,” jelas Nancy.
Ia berharap kunjungan kerja ini dapat memperkuat koordinasi antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten di masa transisi, sehingga sinergi pemenuhan kebutuhan masyarakat dapat berjalan maksimal. (*)






