Timika, HaluanPapua– Anggota DPRK Mimika, Fredewina Matirani, melaksanakan reses tahap I tahun 2026 di Kampung Timika Pantai dan Kampung Mioko, Distrik Mimika Tengah, Sabtu (14/3/2026).
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi mendasar, mulai dari kebutuhan listrik, air bersih, hingga pembangunan infrastruktur dasar di wilayah pesisir.
Dalam pertemuan bersama warga Kampung Timika Pantai, masyarakat mengeluhkan belum tersedianya layanan listrik dan air bersih yang memadai, serta minimnya pembangunan infrastruktur yang menunjang aktivitas warga sehari-hari.
Fredewina mengatakan, kebutuhan dasar masyarakat menjadi perhatian serius dan akan ia kawal dalam pembahasan bersama pemerintah daerah.
“Masyarakat di Timika Pantai meminta listrik, air bersih, serta pembangunan infrastruktur. Ini kebutuhan dasar, dan saya siap mengawal aspirasi ini sampai ke pemerintah daerah agar bisa direalisasikan,” kata Fredewina.

Selain di Timika Pantai, reses juga dilakukan di Kampung Mioko. Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan permintaan pembangunan pelabuhan, penyediaan air bersih, penempatan Babinsa di kampung, serta perbaikan jalan penghubung dari Lopong menuju Mioko yang selama ini sulit dilalui.
Fredewina menjelaskan bahwa akses transportasi menjadi persoalan utama masyarakat karena kondisi jalan yang rusak dan belum memadai.
Fredewina menegaskan, seluruh aspirasi yang disampaikan akan dicatat sebagai pokok pikiran DPRK dan diperjuangkan dalam pembahasan program pembangunan daerah.
“Dari Mioko, masyarakat meminta pelabuhan, air bersih, penempatan Babinsa, dan perbaikan jalan Lopong ke Mioko. Semua aspirasi ini sudah kami terima dan akan kami perjuangkan agar masuk dalam program pemerintah,” ujarnya.
Ia menambahkan, reses merupakan kewajiban anggota DPRK untuk turun langsung mendengar kebutuhan masyarakat, terutama di kampung-kampung yang masih membutuhkan perhatian pembangunan.
“Reses ini menjadi kesempatan bagi kami untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Saya berkomitmen mengawal setiap aspirasi agar tidak berhenti di catatan saja, tetapi bisa diwujudkan,” tutupnya. (*)












