Timika, HaluanPapua – Anggota DPRK Mimika, Elias Rande Ratu, melaksanakan Reses Tahap I Tahun 2026 di Kelurahan Wanagon, Distrik Mimika Baru, Sabtu (14/3/2026). Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan berbagai aspirasi mulai dari perbaikan jalan, drainase, keamanan lingkungan, hingga kebutuhan air bersih.
Legislator muda dari Partai Golkar yang juga anggota Komisi IV DPRK Mimika itu mengatakan, reses menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung kebutuhan yang harus diperjuangkan di pemerintah daerah.
“Pada kesempatan ini say a berharap warga dari Timika Jaya dan Wanagon dapat menyampaikan aspirasi yang menyangkut kebutuhan pembagunan lewat pemerintah agar kami dapat mendorong ke OPD terkait,” ujar Elias Rande Ratu.
Ia menjelaskan, sebagian usulan masyarakat pada reses sebelumnya sudah direalisasikan, namun masih ada yang belum dapat dipenuhi karena keterbatasan anggaran.
“Aspirasi pada reses sebelumnya sebagian sudah direalisasikan, sebagian belum. Tapi saya akan terus mendorong, mudah-mudahan bisa diakomodir di APBD Perubahan atau APBD Induk tahun 2027,” katanya.

Dalam sesi dialog, Suryadi, warga RT 20, meminta pemerintah memperbaiki Jalan Kijang, khususnya akses dari depan perumahan menuju permukiman warga.
“Kalau bisa diperbaiki Jalan Kijang dari depan perumahan masuk, karena kondisi jalan sudah rusak,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua RT 8, Litius Sanadi, mengeluhkan drainase di Lorong Delima yang menyebabkan rumah warga tergenang air setiap musim hujan.
“Setiap hujan rumah saya tergenang air, dan bisa sampai satu minggu baru kering,” katanya.
Keluhan lain juga disampaikan Ferdy, warga setempat, yang meminta pembangunan pos keamanan lingkungan.
“Kami minta pos jaga di Jalan Kijang dan Jalan Badak, karena sering kehilangan. Penduduk di sana sudah sangat padat, bahkan perlu pemekaran RT,” ujarnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Elias mengatakan sebagian pekerjaan sudah mulai dilaksanakan pada tahun ini, termasuk pembangunan di Jalan Kijang.

“Tahun ini di Jalan Kijang ada pengerjaan jalan dan pembuatan talut. Usulan lain akan kami perjuangkan, tapi bertahap karena keterbatasan anggaran,” jelasnya.
Ia juga menyebut penerangan jalan menjadi perhatian dan akan diusulkan melalui pemerintah kelurahan agar bisa masuk dalam perubahan anggaran.
“Penerangan jalan ini sudah ada masukan di Kelurahan Kwamki, mudah-mudahan di APBD Perubahan bisa juga diusulkan di Kelurahan Wanagon,” kata Elias.
Terkait usulan pemekaran RT, menurutnya saat ini sudah dalam proses administrasi di tingkat pemerintah.
Selain itu, warga juga mengusulkan pembangunan lapangan sepak bola di wilayah SP2 karena dinilai penting untuk aktivitas pemuda.
Keluhan mengenai keamanan lingkungan dan ketersediaan air bersih juga menjadi perhatian dalam reses tersebut.
Elias yang juga anggota Panitia Khusus (Pansus) Air Bersih DPRK Mimika menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pemerataan layanan air bersih bagi masyarakat.
“Air bersih ini menjadi perhatian kami di pansus, dan kami berkomitmen untuk terus mendorong agar masyarakat Wanagon juga bisa menikmati layanan air bersih,” tegasnya. (*)












