HaluanPapua – Anggota DPRK Mimika dari mekanisme pengangkatan Otonomi Khusus (Otsus), Abrian Katagame, melaksanakan reses tahap I tahun 2026 di Kampung Noema, Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Jumat (13/3/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat di wilayah pegunungan, khususnya terkait kebutuhan pembangunan yang dinilai mendesak. Kehadiran Abrian bersama tim disambut antusias warga yang memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan berbagai persoalan di distrik mereka.
Dalam pertemuan tersebut, warga mengusulkan sejumlah program pembangunan, namun terdapat tiga aspirasi yang dinilai paling mendesak, yakni pembangunan rumah layak huni, perumahan guru, serta pembangunan jembatan penghubung antar kampung.
Abrian menjelaskan, kebutuhan jembatan menjadi perhatian utama karena akses masyarakat dari Bandara Noema menuju kampung-kampung harus melewati sungai besar. Kondisi beberapa jembatan yang pernah dibangun sebelumnya kini rusak berat dan membahayakan warga.
“Terdapat tiga titik jembatan utama yang menjadi perhatian karena menjadi jalur vital bagi 10 kampung di Distrik Jila,” ungkap Abrian Katagame kepada wartawan di Kantor DPRK Mimika, Jumat (13/3/2026).
Selain infrastruktur, persoalan pendidikan juga menjadi sorotan. Abrian menyebutkan bahwa warga meminta pembangunan rumah dinas guru, karena selama ini tenaga pendidik masih tinggal menumpang di rumah warga.
Menurutnya, penyediaan perumahan guru sangat penting untuk meningkatkan kenyamanan tenaga pengajar sekaligus menunjang kualitas pendidikan di Distrik Jila.
Tidak hanya itu, masyarakat juga menyampaikan kebutuhan air bersih yang hingga kini masih menjadi kendala dalam kehidupan sehari-hari.
Abrian Katagame menegaskan, seluruh aspirasi yang disampaikan warga akan menjadi perhatian serius dan akan diperjuangkan melalui program pembangunan pemerintah daerah.
“Ketiga hal ini menjadi prioritas, karena langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat dan akses pendidikan di Distrik Jila,” ujar Ketua Poksus DPRK Mimika Abrian Katagame. (*)












