Warga Galang Donasi Hiasan Natal, Sindiran Terbuka untuk Pemkab Mimika

- Jurnalis

Sabtu, 20 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Timika, HaluanPapua — Sejumlah warga yang mengatasnamakan Labeti Cinta Mimika menggelar aksi penggalangan donasi hiasan Natal sebagai bentuk bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Mimika. Aksi tersebut dibaca publik sebagai sindiran terbuka atas minimnya nuansa Natal di ruang-ruang publik Kota Timika menjelang perayaan hari besar umat Kristiani.

Aksi itu ditandai dengan pemasangan spanduk di Bundaran Timika Indah, Sabtu (20/12), atau hanya lima hari sebelum Natal. Dalam spanduk tersebut tertulis ajakan, “Donasi Hiasan Natal Mimika, Mari Kitong Bantu Kabupaten Hias Kota Mimika, “Sa Bantu Hias Ko – Ko Bantu Hias Sa”.

Ajakan tersebut tidak semata berbicara soal solidaritas. Pesannya mencerminkan kekecewaan warga terhadap pemerintah daerah yang dinilai belum menghadirkan atmosfer Natal di ruang publik. Hingga mendekati hari raya, wajah kota masih tampak minim ornamen dan lampu hias, kontras dengan daerah lain di Indonesia yang sejak awal Desember telah memancarkan suasana Natal.

Kondisi ini menjadi ironi, mengingat sebelumnya Penjabat Sekretaris Daerah Mimika, Abraham Kateyau, telah mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh kantor pemerintahan, terutama yang berada di sepanjang jalan utama untuk memasang ornamen dan lampu hias Natal.

Imbauan tersebut secara khusus ditujukan kepada OPD Bagian Umum agar segera menata hiasan Natal di sejumlah titik strategis kota. Bahkan, persoalan anggaran ditegaskan tidak boleh menjadi alasan.

“Kalau memang Bagian Umum ada kendala dana, kita di bagian Sekda akan siapkan anggarannya. Harap dilaksanakan itu,” ujar Abraham saat memimpin apel beberapa waktu lalu.

Namun hingga kini, realisasi instruksi tersebut belum terlihat signifikan di lapangan. Minimnya hiasan Natal di ruang publik memunculkan pertanyaan publik soal efektivitas koordinasi dan keseriusan pemerintah daerah dalam menindaklanjuti kebijakan yang telah disampaikan.

Aksi Labeti Cinta Mimika pun menjadi penanda kegelisahan warga. Donasi hiasan Natal ini bukan semata soal dekorasi, melainkan kritik simbolik atas kehadiran negara dalam merawat ruang publik, menghormati keberagaman, dan memastikan perayaan keagamaan mendapat tempat yang layak di Mimika.

Hingga berita ini diturunkan, OPD terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai belum terealisasinya pemasangan hiasan Natal di sejumlah titik kota. (*)

Berita Terkait

Perkuat Akses Pendidikan Papua Tengah, Soedeson Tandra Kucurkan PIP untuk Ratusan Siswa Mimika
Pidana Mati Bersyarat di KUHP Baru Dinilai Ancam Kepastian Hukum, Advokat Soroti Norma Multitafsir
Aksi Pemalangan Sekolah Hentikan Aktivitas Belajar, Kepala Kampung Nawaripi Sebut Premanisme
Pemerintah Kampung Nawaripi Gelar Musdus, RT 19 Ajukan Usulan Prioritas
Akses Terbatas di Pedalaman Mimika, Freeport Terbangkan 90 Ton Kebutuhan Natal Warga di Dataran Tinggi
GKI Ebenhaezer Timika Gelar Ibadah Malam Kudus Natal, Refleksi Penggenapan Janji Allah
GMKI Biak Nilai Pilkades Serentak di Biak Numfor Kurang Efektif, Soroti Lemahnya Pengawasan
Ketika Jalan Berlubang Dibiarkan, Warga Otomona Terpaksa Bertindak

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 15:49 WIT

Perkuat Akses Pendidikan Papua Tengah, Soedeson Tandra Kucurkan PIP untuk Ratusan Siswa Mimika

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:01 WIT

Pidana Mati Bersyarat di KUHP Baru Dinilai Ancam Kepastian Hukum, Advokat Soroti Norma Multitafsir

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:01 WIT

Aksi Pemalangan Sekolah Hentikan Aktivitas Belajar, Kepala Kampung Nawaripi Sebut Premanisme

Senin, 12 Januari 2026 - 18:04 WIT

Pemerintah Kampung Nawaripi Gelar Musdus, RT 19 Ajukan Usulan Prioritas

Selasa, 30 Desember 2025 - 12:28 WIT

Akses Terbatas di Pedalaman Mimika, Freeport Terbangkan 90 Ton Kebutuhan Natal Warga di Dataran Tinggi

Berita Terbaru